Bedah Novel Jodoh Sang Pelatih
Bedah Novel Jodoh Sang Pelatih
Deskripsi Novel
Hai guys, seperti biasa kita akan membahas novel-novel untuk melihat struktur cerita di novel tersebut. Kali ini, kita akan melihat novel “Jodoh Sang Pelatih” karya Sutta yang diterbitkan oleh Lovrinz. Kita akan melihat penampilan bukunya, sinopsis, dan juga ide ceritanya untuk belajar menulis novel yang lebih bagus.
Penampilan Buku
Novel ini memiliki cover berwarna biru dengan ilustrasi seorang pemain taekwondo dan seorang ballerina. Dua profesi yang sangat berbeda, tetapi akhirnya disatukan oleh cinta.
Untuk kualitasnya, kertasnya cukup bagus dengan tebal yang standar. Inilah menjadi referensi bagi penulis yang sedang mencari penerbit indie, seperti Lovrinz. Informasi lebih lanjut mengenai penerbit ini dapat dilihat melalui media sosial mereka yang sudah disertakan di description box.
Sinopsis
Novel ini mengisahkan kisah cinta antara Saga, seorang pelatih taekwondo, dan Cinta, seorang penari balet. Meskipun memiliki profesi yang sangat berbeda, mereka berdua akhirnya jatuh cinta. Namun, cinta ini dijodohkan dengan seorang chef, dan Saga dikejar-kejar oleh seorang wanita bernama Putri.
Mereka tidak bisa bersatu cintanya hingga 10 tahun kemudian, ketika anak mereka yang berlatih di dojang milik Saga mempersatukan mereka kembali. Bagaimana kisah antara Saga dan Cinta, apakah mereka akan bersatu kembali atau ada hal lain yang menghalangi, bisa dibaca sendiri di novel “Jodoh Sang Pelatih” ini.
Ide Cerita
Cerita ini termasuk dalam genre romantis yang banyak kita temui. Cerita romantis umumnya memiliki plot di mana dua orang yang berpisah bertemu kembali setelah beberapa lama dan menghadapi berbagai rintangan sebelum akhirnya menemukan kebahagiaan. Tropisnya juga sudah biasa, seperti kesempatan kedua dan penghalang cinta. Namun, ide mengenai profesi yang berbeda-beda dan banyaknya istilah yang ada di dunia taekwondo membuat cerita ini menarik.
Gaya cerita masih perlu diperbaiki, terutama dalam penggunaan dialog. Dialog sebaiknya digunakan ketika diperlukan untuk melanjutkan atau menerangkan dialog antara karakter. Jika sudah jelas diucapkan oleh siapa dan bagaimana ekspresi serta aksi ketika mengatakan dialog tersebut, tidak perlu memberikan dialog teknik.
Demikianlah pembahasan mengenai novel “Jodoh Sang Pelatih” ini. Bagi teman-teman yang suka dengan cerita-cerita romantis dengan insight mengenai berbagai profesi, novel ini dapat menjadi pilihan.