Bedah Novel & Belajar 'Nulis' dari Different

Halo-halo teman writers! Naufal post-apocalyptic akan menemani Sabtu kita kali ini. Hai, seperti yang sudah teman-teman lihat di tamnel novel kita kali ini adalah Difference, dan judulnya adalah “Di Flash” karya dari Akar Farhaz dan ini terbit di Lovrinz. Ya, kan bagi teman-teman yang memang sudah sering menonton channel ini, pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya penerbit Province. Sering kita bahas, kan? Akan sedikit bahas mengenai buku ini.

Novel ini bergenre science-fiction dengan sub-genre post-apocalyptic. Novel ini memiliki setting di mana setelah terjadinya kehancuran sebuah peradaban, muncul peradaban yang baru. Novel ini memiliki desain cover yang berbeda dari buku-buku dengan sub-genre yang sama. Covernya menggunakan gambar hitam dengan gaya yang tidak terlalu jauh dari dunia kita sekarang. Desain covernya mungkin diambil dengan simpelnya saja.

Penerbit Lovrinz dengan hasil cetakannya yang bagus, layout yang rapi, dan font yang enak dibaca. Kertas yang digunakan juga tebal. Bagi teman-teman yang sedang mencari penerbit indie, bisa langsung mencari Lovrinz. Untuk informasi lebih lanjut, bisa dilihat di media sosial Lovrinz yang sudah aku letakkan di description box.

Bagi teman-teman yang ingin berkenalan dengan penulisnya, Farha, dan ingin mengobrol dengannya atau tanya-tanya, bisa langsung ke media sosialnya. Semua sudah aku letakkan di description box.

Novel ini bercerita tentang seorang karakter utama bernama Mita. Dia memiliki seorang abang bernama Sangkar, ayah seorang menteri bernama Samar, dan ibu yang bekerja di Yesus, sebuah institusi yang menangani hak asasi manusia bernama Wulan. Mereka tinggal di kota bernama Purga, yang merupakan peradaban baru setelah kehancuran pulau Jawa. Sangkar dikirim ke sekolah Jatidiri yang menampung anak-anak dengan kemampuan yang berbeda. Mereka akan dikirim ke Kota Langit, di mana mereka tinggal bersama alien dan peradaban lainnya. Mita menjadi resah karena dia bertanya-tanya mengapa kehidupan di Kota Langit lebih baik dan hanya orang-orang terpilih yang dikirim ke sana.

Ide ceritanya menarik, terinspirasi dari cerita-cerita post-apocalyptic yang pernah ada. Desain Vixion yang tetap ada, tetapi dengan sedikit fantasinya, seperti hewan-hewan yang berbentuk mirip di Harry Potter. Gaya ceritanya agak rumit dengan banyak penggunaan DC yang tidak familiar dan kalimat yang kurang dipadatkan. Penyusunan kalimat yang efektif menjadi hal yang harus diperhatikan dalam novel ini. Worldbuilding sebaiknya tidak dibangun di dalam dialog, agar tidak terasa aneh bagi pembaca. Character building dalam novel ini sudah cukup bagus, tetapi alasan setiap karakter untuk melakukan tindakan perlu diperkuat lebih lanjut.

Nah, itulah ulasan tentang novel Difference karya Akar Farhaz. Terdapat banyak hal yang bisa kita pelajari dari novel ini. Jika teman-teman tertarik, jangan lupa untuk membaca novelnya dan mengeksplorasi dunia baru yang disuguhkan di dalamnya. Terima kasih telah membaca artikel ini. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel