Bedah Novel & Belajar 'Nulis' dari Ostia 20th
Tantangan Bedah Ostia 20th
Hari ini kita akan bedah Ostia 20th seperti biasa di channel ini. Kita akan breakdown semua unsur-unsur di dalam buku yang kita bedah. Ada dua hal yang bisa kita dapati, yang pertama jalan ceritanya, yang kedua kita cari teknik kepenulisan yang dipakai oleh penulisnya. Selain itu, kita juga akan mencari kelebihannya apa serta sesuatu yang bisa kita maksimalkan. Pokoknya, nanti pada intinya akan meningkatkan skill menulis kita.
Ini buku kedua dari edisi bedah novel “Belajar Nulis Novel” keluaran Ate press, yang merupakan pemenang ke-2 dari tantangan menulis satu bulan yang diselenggarakan oleh Ate press pada tahun 2020 kemarin. Buku ini berjudul “Ostia 20th” yang ditulis oleh Dimas Aditya dan terbit di Atap Press.
Desain covernya sangat unik dengan warna biru yang mengangkat nuansa fiksi ilmiah. Layoutnya cukup rapi, hanya ada beberapa tanda penghubung yang tidak sesuai tempatnya yang bisa diperbaiki. Bahan bukunya juga memiliki kualitas yang sangat baik.
Bagi teman-teman yang ingin berdiskusi langsung dengan penulisnya, Dimas Aditya, bisa langsung ke media sosialnya yang sudah tercantum di description box.
Buku ini bercerita tentang seorang penggemar berat Albert Einstein, instan, yang menerima paket berisi jari-jari manusia dari delapan sahabatnya yang hilang pada Maret 2020. Paket tersebut sampai padanya pada tahun 2050 tanpa tanda-tanda kerusakan. Hal ini memicu instan untuk kembali ke tahun 2020 dan menyelamatkan teman-temannya yang mungkin dibunuh.
Cerita ini ditulis dengan gaya bahasa yang keren dan unik, dengan plot yang rapi dan kreatif. Ada beberapa sudut pandang yang digunakan, mulai dari sudut pandang instan dengan menggunakan orang pertama, sudut pandang pensil dan kacamata dengan menggunakan orang kedua, dan sudut pandang orang ketiga. Gaya bahasanya cukup menarik dan cocok untuk genre fiksi ilmiah.
Character building dari setiap karakter juga terasa jelas, termasuk karakter utama, instan. Ending dari cerita ini bisa membuat pembaca terkejut, tergantung pada preferensi masing-masing. Gaya bahasanya sangat keren, terutama penggunaan sudut pandang orang kedua.
Bagi teman-teman yang suka fiksi ilmiah atau ingin memulai menulis fiksi ilmiah, buku ini sangat direkomendasikan.