Bedah Novel & Belajar 'Nulis' dari RED THREAD (beserta TIPS MENULIS UNTUK PEMULA)
Retret: Sebuah Novel Romantis Misteri
Hai hai teman-teman! Welcome back dan selamat datang untuk tenaga tes yang baru di channel ini. Semoga kita semua berada dalam kondisi yang terbaik supaya kita bisa meresonansi hal yang baik pula untuk sekitar kita. Kembali lagi di Sabtu review, dimana kita di sini enggak hanya mengulas buku-buku sebagai rekomendasi bacaan, tapi juga kita bisa mengambil hal-hal yang bisa kita pelajari untuk proses kreatif urusan kita at menetes.
Nah, buku kali ini adalah “Retret” yang ditulis oleh Resti Dinar dan diterbitkan oleh Local Media. Jika misalnya mata tertarik ingin lebih mengenaloka media ini, aku sudah sertakan linknya di description box. Soalnya teman-teman ingin berkenalan dengan penulisnya, Mbak Refina Rini. Link-nya juga sudah aku sertakan di description box. Saya akan ceritakan sedikit tentang bukunya ya.
Konsep “Retret” dan Kesannya
Judul buku ini, “Retret”, dalam bahasa Indonesiakan berarti benang merah. Seperti ada aroma-aroma misteri, thriller, dan tindakan kriminal gitu ya kan? Selesai membaca buku ini, ternyata menurutku, buku ini gendernya lebih ke romantis misteri. Kadar romantis dan misterinya ini memang tidak lebih unggul satu dan lainnya. Eksposisi dia kayak seimbang gitu, lengkap dengan misteri atau rahasia yang gelap itu menjadi jembatan untuk orang-orang dalam novel ini menjadi saling jatuh cinta.
Cerita ini diawali oleh seorang pemuda bernama Billy. Billy digambarkan sebagai seorang pemuda yang kaku, pendiam, dan perfeksionis. Dia jatuh cinta pada rekan kantornya bernama Naysila atau panggilannya Shield Nadia. Ini sudah setahun Billy memendam rasa cintanya itu ya, teman-teman, karena dia adalah seorang yang tidak mudah untuk mengekspresikan perasaannya. Jadi dia diam gitu, memendam aja gitu cintanya.
Pada suatu hari, dia ketemu sama si Shield di sebuah kafe di mana dia sedang duduk sendirian. Dan dia memberanikan diri untuk menemaninya dan entah mengapa pada saat itu dia juga berani untuk mengantarkannya pulang. Ternyata pada saat mengantarkan pulang itu, Shield melihat yang katanya tunangannya sedang bersama dengan wanita lain dan dia sangat sedih sekali. Sejak saat itu, Billy dan Shield ini menjadi dekat karena setelah itu Billy menenangkannya gitu ya, namanya juga lagi galau.
Apa yang dilihat Billy itu sebenarnya bukan hal yang sebetulnya terjadi, bukan fakta yang benar-benar terjadi. Shield menyimpan rahasia yang dalam ilahi yang dicintainya sejak SD, juga menyimpan rahasia bahwa tunangannya itu adalah yang diakui sebagai tunangannya. Itu hal ini entah mengapa terus mempertemukan Billy dengan Bella.
Bella adalah yang dikatakan Shield sebagai selingkuhan Sirenja itu tadi ya. Tapi benarkah semua yang dikatakan si Shield itu? Billy dan Bella mencoba mencari tahu. Dan kalau teman-teman ingin tahu jawabannya, cari tahu juga sama-sama di buku “Retret” ini.
Penyusunan Plot dan Gaya Penceritaan
Cerita dalam buku ini menarik menurutku. Tapi kalau pendapatku pribadi, ini selera aku pribadi aja ya. Kemarin tes, aku pinginnya itu lebih digali lagi terutama sosok ketika interaksi Rengga dan Syl. Tapi mungkin memang penulisnya ini pingin bukunya itu lebih terasa misteri ya. Kenapa? Kalau misalnya kita bongkar Syl dan Sini tadi tidak menjadi misteri, tapi justru lebih ke thriller. Nah, ini permasalahan selera saja itu, teman-teman.
Oh ya, nggak tahu nggak perbedaan thriller dan misteri? Bedanya terletak dari apa yang kita tonjolkan resensi dari cerita tersebut. Kalau misteri, kita tonjolkan teka-teki nya. Jadi kalau di dalam cerita misteri, pembacanya diajak untuk berpikir untuk kira-kira menebak apa yang terjadi sebenarnya. Thriller itu lebih menonjolkan suspense atau ketegangan saat kita membacanya. Kedua genre ini bisa digabung atau bisa berdiri sendiri. Paling mudahnya gini aja, teman-teman. Tergantung misteri mana yang lebih menarik, thriller mana yang lebih menarik. Kalau misalnya kita membaca sebuah buku, ada yang bilang kalau misalnya ada orang mati duluan nih di awal kita baca, ada orang mati. Nah, kemudian kita mencari siapa pembunuhnya, kita cari teka-tekinya si pembunuhnya itu justru jatuhnya ke misteri. Kalau thriller, adanya orang hidup dikejar-kejar sampai mati.
Dalam buku ini ada penggunaan sudut pandang atau point of view yang cukup unik. Penulis ini menggunakan alternating first-person point of view atau narator. Jadi maksudnya gini, si Billy dia first-person, pakai aku, pakai kayak gitu. Tapi dia bergantian ya, ada hal yang penting untuk sampaikan kepada temannya. Saya mengenai Syl punya, karena di sini mempunyai pondok yang sedikit unik ya. Polisinya itu menggunakan tabcontrol punya ini, menggunakan alternating first-person point of view atau narator.
Jadi, maksudnya gini, misalnya dia first-person, pakai aku aku menceritakan mulai first-person. Dia kemudian lalu dari Syl-nya ya, first-person ya. Kemudian yang dia menggunakan saya ya.
Satu lagi dari sudut pandang Bella. Jadi siangoh ya, nggak cerita di sini adalah Syl-nya yang enggak ada. Yang ada cerita di sini enggak menjadi narator khusus. Ini merupakan salah satu contoh first-person, tapi dia unreliable. Ini, Cecilia. Dia menutupi, dia tidak jujur dengan apa yang sebenarnya terjadi. Ini bisa teman-teman gunakan untuk menceritakan sebuah cerita misteri atau juga untuk misalnya mengelab