Bedah Novel & Belajar 'Nulis' dari Rahasia Benih Bambu (beserta TIPS MENULIS UNTUK PEMULA)
Rahasia Benih Bambu: Sebuah Karya Menarik dari Lomba Menulis
Meskipun sekarang ini kita sedang dalam bencana pandemic of its nine ten. Semoga kita semua masih berada dalam kondisi yang positif supaya kita bisa meresonansi hal yang positif pula untuk sekitar kita. Kembali lagi di Sabtu review, dimana disini kita tidak hanya mengulas buku-buku, tapi juga kita mengambil hal yang bisa kita pelajari dari buku tersebut gunanya adalah untuk proses kreatif kepenulisan kita. Nah, hari ini yang kita bahas adalah buku berjudul “Rahasia Benih Bambu”.
Sinopsis Buku
Buku ini ditulis oleh seorang saintis muda bernama Suri. Dia bekerja dalam sebuah penelitian bersama dengan seorang Profesor bernama Dwi. Profesor Dwi adalah seorang site senior yang ditugaskan pemerintah untuk melakukan penelitian mengenai bambu yang telah dioptimalkan melalui rekayasa genetik. Bambu ini memiliki peran penting dalam membantu menyelamatkan kondisi bumi yang telah tercemar akibat polusi udara yang sangat parah. Cerita ini berlatar pada tahun 2020, dimana kondisi udara sangat tidak layak lagi untuk ditinggali manusia.
Gaya Penceritaan
Gaya penceritaan dalam buku ini konsisten dan terarah. Penulis, seperti yang pernah aku baca dalam karya-karya sebelumnya, sangat ahli dalam membangun karakter dan memperdalam nuansa cerita. Suasana dan perasaan karakter-karakter dalam cerita ini sangat mendalam dan terasa nyata, sehingga membuat alur cerita menjadi lebih mengalir. Gaya bahasa penulis ini lebih condong ke gaya feminin karena lebih memperhatikan perasaan karakter dan situasi cerita.
Sudut Pandang
Buku ini menggunakan sudut pandang omnis interpersonate atau sudut pandang orang ketiga yang mengetahui segalanya. Seperti yang mungkin sudah kita tahu, terdapat beberapa jenis sudut pandang dalam novel. Baca artikel tentang sudut pandang dalam novel di sini. Menurut aku, penulis novel ini memiliki gaya penulisan yang mirip dengan Mbak Ida Febriana yang suka menonjolkan narasi dan perasaan karakter. Namun, ada tips yang bisa digunakan untuk membuat ide cerita kita sendiri menjadi lebih unik dan menarik. Kita bisa mengambil ide-ide yang sudah pernah kita lihat dalam buku-buku sebelumnya, namun kita tambahkan pembeda yang unik dan menarik.
Plot Intrik yang Menarik
Plot dalam buku ini cukup menarik karena langsung disuguhkan dengan kematian Profesor Dwi. Konflik-konflik dalam cerita ini sangat menjanjikan, namun menurut aku terdapat terlalu banyak konflik. Hendaknya, dalam menulis cerita dengan batasan waktu yang singkat, kita hindari konflik yang terlalu kompleks. Sebaiknya gunakan konflik yang sederhana dan tambahkan twist-twist menarik yang membuat cerita menjadi lebih menarik. Meskipun buku ini tidak memiliki happy ending, aku rasa buku ini cocok untuk teman-teman yang bosan dengan kisah cerita yang selalu berakhir bahagia.
Kesimpulan
“Rahasia Benih Bambu” merupakan buku yang menarik hasil dari lomba menulis selama satu bulan. Gaya penceritaan yang konsisten, sudut pandang yang mengetahui segalanya, dan plot intrik yang menarik membuat buku ini layak untuk dibaca. Meskipun ada beberapa kekurangan, buku ini dapat memberikan inspirasi dan pembelajaran untuk teman-teman yang ingin mengikuti lomba menulis dalam waktu singkat. Semoga artikel ini bermanfaat dan selamat menulis!