Bedah Novel & Belajar 'Nulis' dari Seuntai Tasbih dan The Greatest Hero
Studi Komparasi Novel Seuntai Tasbih dan My Greatest Hero
Halo-halo teman rates! Seuntai Tasbih dan My Greatest Hero merupakan dua novel yang akan kita bahas kali ini. Novel-novel ini membahas tentang kisah-kisah yang menarik, struktur cerita, teknik menulis, dan lain sebagainya. Dalam artikel ini, kita akan melakukan studi komparasi antara kedua novel tersebut.
Seuntai Tasbih
Seuntai Tasbih adalah novel karya Mbak Khusnul Khotimah dan diterbitkan oleh Lovrinz. Novel ini berisi tentang perjalanan seorang pemuda bernama Hafiz yang mencari adiknya, Alya. Hafiz adalah seorang santri di sebuah pesantren dan dia memutuskan untuk mencari adiknya yang sudah terpisah lama. Novel ini memiliki genre religi dan memiliki 33 halaman.
Cover novel ini menampilkan nuansa gelap dengan ilustrasi dua orang yang salah satunya memegang tasbih di bawah pohon. Layout dan kualitas kertas novel ini cukup baik dan tertata dengan rapi.
My Greatest Hero
My Greatest Hero adalah novel karya Sun Nurizki dan diterbitkan oleh Yayasan Nuansa Panji Insani. Novel ini memiliki nuansa yang lebih misterius dengan menggunakan warna yang sama seperti Seuntai Tasbih. Cerita ini mengisahkan perjalanan David Leonardo dalam mencari orangtuanya yang telah menghilang.
David ditugaskan sebagai seorang pemuda yang memiliki tugas mencari ayah dan ibunya yang telah menghilang. Novel ini memiliki genre fantasi dan memiliki plot yang maju.
Cover novel ini juga memiliki layout yang sederhana dan menarik. Kualitas kertasnya sama baik dengan novel lainnya. Perbedaan plot antara kedua novel ini terletak pada alur ceritanya. Seuntai Tasbih menggunakan alur maju dengan banyak flashback yang terkadang membingungkan pembaca.
Sementara itu, My Greatest Hero menggunakan alur cerita yang lebih sederhana dengan plot maju tanpa flashback yang mengganggu alur cerita.
Kesimpulan
Dari studi komparasi ini, terlihat bahwa kedua novel ini memiliki perbedaan dalam genre, alur cerita, dan penggunaan flashback. Seuntai Tasbih memiliki alur maju namun menggunakan banyak flashback yang terkadang membuat ceritanya terasa agak padat. Sementara itu, My Greatest Hero menggunakan alur cerita sederhana yang lebih mudah dipahami tanpa adanya flashback.
Bagi teman-teman yang menyukai genre religi, Seuntai Tasbih bisa menjadi pilihan yang tepat. Sementara itu, My Greatest Hero cocok untuk para penggemar genre fantasi. Keduanya memiliki kelebihan dan keunikan masing-masing yang dapat dinikmati oleh para pembaca. Jadi, tunggu apa lagi? Segera baca kedua novel ini dan nikmati perjalanan menarik dalam struktur cerita dan teknik menulisnya!