SEJARAH, KEDUDUDUKAN, DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA
Sejarah Bahasa Indonesia
Hai, bagaimanakah sejarah bahasa Indonesia itu?
Hai, kira-kira 25 abad yang lalu, terdapat sebuah kelompok bangsa yang menempati daratan di tengah-tengah benua Asia, diperkirakan disekitar Taiwan. Mereka adalah penutur bahasa Austronesia. Setelah beberapa waktu, sebagian dari mereka berpencar pindah menuju Selatan sehingga tersebar menjadi kelompok-kelompok kecil. Masing-masing kelompok ini kemudian mengalami perkembangan terutama dari segi kebudayaannya, termasuk dalam berbahasa. Meskipun kebudayaan asli masih tetap melekat dalam diri mereka, di dalam perkembangannya, bahasa Austronesia ini terpecah menjadi dua kelompok, yakni rumpun bahasa Austronesia dan bahasa Austronesia-Melayu-Polinesia. Bahasa-bahasa yang termasuk rumpun Austronesia adalah bahasa Muda Santali di India, bahasa Semang dan Sakai di Malaka.
Sementara itu, rumpun bahasa Austronesia merupakan rumpun bahasa terbesar di dunia, meliputi 1200 bahasa dan dituturkan hampir 300 juta populasi masyarakat penuturnya tersebar luas di wilayah sepanjang 15,000 KM, meliputi lebih dari setengah bola dunia. Yaitu dari Madagaskar di bagian barat hingga Pulau Pas di ujung timur, ke Formosa di Taiwan, Mikronesia di ujung utara hingga Selandia Baru di selatan.
Nah, dari dua rumpun bahasa tersebut, bahasa Indonesia ini termasuk jenis yang mana?
Hai, bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu, sehingga termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia atau Melayu-Polinesia.
Hai, bagaimanakah penggunaan bahasa Melayu?
Hai, bahasa Indonesia yang dipakai saat itu berasal dari bahasa Melayu, suatu bahasa yang hidup di daerah Riau dan Johor. Sudah berabad-abad bahasa Melayu dipakai sebagai alat berhubungan di antara penduduk Indonesia yang mempunyai bahasa berbeda. Pada zaman kerajaan Sriwijaya abad ke-7 Masehi, bahasa Melayu atau Melayu Kuno digunakan sebagai bahasa kenegaraan. Hal itu dapat diketahui dari empat prasasti berusia berdekatan yang ditemukan di Sumatera bagian selatan, peninggalan kerajaan tersebut. Berdasarkan berbagai petunjuk, zaman Sriwijaya ini, bahasa Melayu telah berfungsi sebagai berikut.
- Bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa resmi kerajaan.
- Bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku-buku yang berisi aturan-aturan hidup dan sastra.
- Bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa penghubung antar suku bangsa yang berada di bawah kekuasaan Sriwijaya.
- Bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa perdagangan di kerajaan tersebut.
Hai, perkembangan bahasa Melayu dengan masuknya Islam ke Indonesia sekitar abad ke-13 turut mempengaruhi perkembangan bahasa Melayu di Indonesia, terutama pada tradisi penulisannya. Huruf Arab mulai digunakan untuk menulis bahasa Melayu. Tradisi penulisan bahasa Melayu dengan huruf Arab dikenal dengan tulisan Jawi atau Arab Pegon. Hal ini masih berlangsung sampai abad ke-19. Arab Pegon digunakan untuk memaknai kitab kuning atau ilmu-ilmu fikih.
Seiring dengan perkembangan bahasa Melayu, ini kemudian dimodifikasi dan dicampur dengan bahasa-bahasa serapan dari berbagai daerah dan dari bahasa Aceh. Kemudian, bahasa ini dibakukan sehingga akhirnya terbentuk menjadi bahasa Indonesia. Meskipun bahasa Indonesia ini berasal dari bahasa Melayu, tidak semua kosakata berasal dari bahasa Melayu, tetapi mengambil dari bahasa daerah atau bahasa Aceh. Sebagai contoh, dari bahasa Sanskerta ada kata “pura”, “kepala”, “mantra”, “cinta”, dan “kaca”. Dari bahasa Arab
SEJARAH, KEDUDUKAN, DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA: Mengenal Lebih Dekat Bahasa Kebanggaan Bangsa
Bahasa Indonesia, sebagai bahasa kebanggaan bangsa, memiliki sejarah, kedudukan, dan fungsi yang penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi aspek-aspek penting dari bahasa Indonesia.
**1. Sejarah Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia memiliki akar yang kuat dari bahasa Melayu, yang menjadi bahasa perdagangan dan komunikasi di wilayah Nusantara selama berabad-abad. Pengaruh dari berbagai budaya, seperti Arab, India, Tiongkok, dan Eropa, memberikan warna khas pada perkembangan bahasa ini. Proses pembentukan bahasa Indonesia terjadi melalui pengembangan bahasa Melayu menjadi bahasa nasional Indonesia, terutama selama era perjuangan kemerdekaan.
**2. Kedudukan Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia memiliki kedudukan resmi sebagai bahasa nasional dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Kedudukannya diatur oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Selain sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia juga diakui sebagai salah satu bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
**3. Fungsi Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia memiliki beberapa fungsi penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia:
- Bahasa Persatuan: Bahasa Indonesia berperan sebagai penghubung antara berbagai kelompok etnis dan budaya di Indonesia. Hal ini memungkinkan komunikasi yang efektif dan meningkatkan solidaritas nasional.
- Bahasa Pendidikan: Bahasa Indonesia digunakan sebagai medium pengajaran di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Ini memastikan bahwa generasi muda Indonesia memiliki pemahaman yang baik tentang bahasa mereka sendiri.
- Bahasa Budaya: Bahasa Indonesia menjadi alat utama dalam menyampaikan budaya, sastra, dan tradisi Indonesia. Sastra Indonesia, seperti puisi, cerpen, novel, dan drama, menjadi jendela bagi dunia untuk memahami kekayaan budaya Indonesia.
- Bahasa Komunikasi Resmi: Bahasa Indonesia digunakan dalam komunikasi resmi pemerintahan, dokumen hukum, dan transaksi bisnis di seluruh Indonesia. Ini memastikan keseragaman dan pemahaman yang tepat dalam berbagai konteks.
Kesimpulan
Bahasa Indonesia memiliki sejarah yang kaya, kedudukan yang kuat sebagai bahasa nasional dan persatuan, serta berbagai fungsi penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Bahasa ini adalah cermin dari identitas dan kebhinekaan bangsa Indonesia, serta alat untuk menjaga kesatuan dan keselarasan dalam keragaman budaya. Dengan menghormati dan memahami bahasa Indonesia, kita juga berpartisipasi dalam memelihara warisan budaya dan memajukan bangsa.