BERLATIH EJAAN 1

BERLATIH EJAAN 1

Jalan-jalan pagi ke persawahan hawanya sejuk sungguh menenangkan. Kalau sebelumnya sudah belajar materi ejaan, sekarang waktunya mengerjakan soal latihan.

Latihan penulisan ejaan, tentukanlah penulisan kata-kata dalam kalimat ini benar atau salah:

    1. Ia bersikukuh untuk meneliti perilaku Bupati di Jawa Timur.

Penulisan kata “Bupati” pada kalimat tersebut tidak sesuai dengan pedoman penulisan huruf kapital yang diatur dalam UUWDPP Point Name. Point Name menyatakan huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat. Penulisan yang benar adalah “bupati”.

    1. Kami telah membaca hasil penelitian berjudul “Pengaruh Syariat Islam dalam Dunia Perbankan”.

Penulisan judul pada kalimat tersebut salah. Seharusnya judul “Penelitian” tidak menggunakan huruf kapital semua, melainkan hanya huruf pertama setiap kata kecuali kata tugas yang bukan terletak pada posisi awal. Selain itu, karena itu bukan merupakan judul buku atau majalah, tidak didepak miring, melainkan diberi tanda petik dua.

    1. Kami mengenalnya sejak tahun 2005 di Pulau Lombok.

Penulisan “Pulau Lombok” seharusnya menggunakan huruf kapital karena merujuk pada huruf pertama nama geografi. Sehingga kata “Pulau” juga menggunakan huruf kapital.

    1. Jeruk Bali itu disebut disimpan oleh Rere di dalam lemari es.

Kesalahan penulisan terjadi pada kata “jeruk Bali” yang seharusnya “Bali” tidak menggunakan huruf kapital karena merupakan nama jenis.

    1. Ide penelitian ini muncul setelah kami terinspirasi dari surat kabar Surya.

Kalimat tersebut benar karena “Surya” sebagai nama koran ditulis menggunakan huruf kapital pada awal guru roh, kemudian dicetak setegah lebar.

    1. Ia hanya membutuhkan lampu 45W untuk menerangi ruangan itu.

Penulisan angka “45W” salah. Seharusnya tidak menggunakan huruf kapital karena merupakan ukuran satuan.

    1. Lebih baik bersyukur daripada terus meminta kepada Tuhan Yang Mahakuasa.

Kalimat tersebut benar karena kata “Mahakuasa” ditulis serangkai dengan kata “Mahal” karena merupakan kata dasar. Berbeda halnya jika merupakan kata turunan, ia ditulis terpisah. Misalkan maha pengasih, maha penyayang, maha pengampun, dan sebagainya.

    1. Alamat narasumber penelitian ini di Jalan Saxophone Nomor 123.

Penulisan kata “Jalan” tidak boleh disingkat, sehingga bentuk yang tepat adalah “Jalan” ditulis sebagaimana mestinya menggunakan huruf kapital pada bagian awal, kemudian diikuti nomor jalan, alamat, kota.

    1. Kami telah melakukan koreksi karangan ilmiah ini sampai dengan enam kali.

Kalimat tersebut benar karena pedoman penulisan bilangan telah mengatur bilangan dalam teks. Bilangan yang dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, “6” terdiri dari satu kata, sehingga ditulis dengan huruf bukan angka.

    1. Diantara 45 mahasiswa yang hadir, 30 mahasiswa menulis makalah dan 4 mahasiswa menulis proposal penelitian.

Kalimat tersebut salah karena berupa rincian, ditulis dengan menggunakan variasi angka dan huruf. “45” dan “30” seharusnya menggunakan bilangan karena berupa rincian, ditulis dengan menggunakan variasi angka dan huruf.

    1. Jajaran direksi PT YA Gelap sudah membuat kebijakan tentang tiket harian.

Kalimat tersebut terdapat kesalahan penulisan singkatan “PT” yang seharusnya tidak menggunakan tanda titik.

    1. Di mana tempat tinggalmu?

Kalimat tersebut terdapat kesalahan, seharusnya kata “kurban” dan “di mana” ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

    1. Dia berulang-ulang memanggil nama anaknya.

Kalimat tersebut terdapat kesalahan penulisan kata “ular” yang seharusnya menggunakan tanda hubung di antara kata yang mengalami pengulangan. Jadi, kata “berulang-ulang” seharusnya ditulis “berulang-tulang” tanpa dipisahkan spasi.

    1. Upacara berikutnya adalah pengibaran Sang Merah Putih.

Kalimat tersebut tidak tepat dalam penulisan kata “Sang” yang seharusnya ditulis menggunakan huruf kapital karena mengacu pada bendera negara yaitu merah putih.

    1. Novel karangan Andrea Hirata yang berjudul Laskar Pelangi diterbitkan hari ini.

Kalimat tersebut terdapat dua kesalahan, yaitu penulisan huruf kapital pada nama orang dan judul buku. Kata “Andrea Hirata” seharusnya huruf “a” dan “H” ditulis menggunakan huruf kapital karena pedoman penulisan huruf kapital menetapkan huruf pertama unsur nama orang ditulis dengan huruf kapital. Begitupun dengan “Laskar Pelangi”, “l” dan “p” ditulis menggunakan huruf kapital karena merupakan judul buku. Sehingga huruf pertama setiap kata judul buku, kecuali kata tugas, ditulis dengan huruf kapital. Karena judul buku selanjutnya ditulis dengan menggunakan huruf miring.

    1. Pembicara dalam seminar itu adalah Dr. Kusnadi, SE, M.A.

Kalimat tersebut terletak pada penulisan gelar akademik. Dalam pedoman penulisan singkatan, diatur bahwa singkatan nama orang, gelar, sapaan jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik pada setiap unsur singkatan itu. Jadi, pada kalimat tersebut, penulisan yang tepat adalah “Dr.” untuk gelar akademik, “Kusnadi” sebagai nama orang, “SE”, dan “M.A.”

    1. Kapan Bapak berangkat?” tanya Hasan.

Kalimat tersebut benar karena kata “Bapak” mengacu pada sapaan, jadi ditulis dengan menggunakan huruf kapital.

    1. Kita harus mendayagunakan segala yang kita miliki.

Kalimat tersebut salah dalam penulisan kata “mendayagunakan”. Dalam kaidah penulisan, ditentukan bahwa gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus ditulis serangkai. Kata “mendayagunakan” berasal dari kata “dayaguna” yang kemudian mendapat awalan dan akhiran atau konfiks “men-” dan “-kan” sehingga menjadi “mendayagunakan” sehingga dihubungkan. Surabaya jadi Kota Pahlawan, rujak cingur makanan kesukaan, sesudah kita latihan soal ejaan berikutnya tinggal kita terapkan, kau bisa buah kelengkeng manis rasanya. Hati-hati menaikkan kadar gula jikalau ada salah dari saya. Mohon maaf dari dasar jiwa. Terima kasih, Wassalamualaikum Warahmatullahi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel