CARA MENULIS NOVEL EDISI 2022 #3: Cara Membuat Outline Novel (Part 1)
Mengenal Langkah-Langkah Membuat Outline Novel
Hai, teman-teman penulis! Kita telah melangkah dalam langkah-langkah sebelumnya, membahas cara mengembangkan ide dan karakter dalam menulis novel. Sekarang, saatnya kita membahas bagaimana membuat outline novel.
Mungkin ada penulis yang ingin melewatkan bagian ini, ingin langsung menulis cerita tanpa merencanakan. Namun, menurutku, membuat outline atau kerangka cerita sangat penting. Ini membantu kita menjaga alur cerita, menghindari tersesat, dan memastikan hal-hal penting tidak terlupakan. Pengalaman pribadiku, sebagai seorang Cancer, seringkali membuatku merasa kehilangan arah, oleh karena itu, outline sangat membantu dalam memetakan perjalanan cerita ke depan.
Ada banyak cara untuk menyusun kerangka cerita dalam novel. Kali ini, kita akan menggunakan pendekatan 15 bit atau 15 ketukan yang diperkenalkan oleh Jessica Brody dalam bukunya “Save The Cat Writes a Novel.” Jika teman-teman tertarik, saya sarankan mencari buku tersebut untuk penjelasan dan contoh yang lebih detail. Di sini, kita akan membahasnya secara ringkas dengan bahasa yang sederhana, berdasarkan pemahaman pribadi. Jika teman-teman menemukan pemahaman atau metode lain setelah membaca bukunya sendiri, itu juga bagus. Ayo, kita lanjut!
Sebagai dasar, sebuah cerita atau novel terbagi menjadi 3 babak. Konsep ini telah ada sejak zaman Aristoteles. Setiap babak memiliki ciri khasnya. Babak pertama atau F1 adalah babak pengenalan karakter, babak kedua atau X2 adalah babak konfrontasi, dan babak ketiga atau X3 adalah babak resolusi. Pada kesempatan ini, kita akan fokus membahas babak pertama atau F1.
Babak F1 memiliki 5 bit atau ketukan. Ketukan pertama adalah “opening image” atau gambaran awal protagonis dalam dunianya sebelum cerita dimulai. Ini menggambarkan kegiatan protagonis yang biasa-biasa saja sebelum perubahan besar terjadi. Tujuannya adalah untuk menunjukkan perubahan yang akan dialami oleh protagonis selama cerita berlangsung. Sebagai contoh, dalam cerita “Yo dan And,” Yoan Kayla, sang protagonis, memiliki kehidupan yang membosankan di sekolah dan sering dibanding-bandingkan dengan adiknya yang lebih penurut.
Ketukan kedua adalah “theme stated” atau pernyataan tema. Pernyataan tema ini biasanya disampaikan oleh karakter lain dan merangkum pelajaran atau hal yang harus dipahami oleh protagonis sebelum cerita berakhir. Contoh dalam cerita “Yo dan And,” Yoan harus belajar bertanggung jawab dan tidak boleh malas. Namun, Yoan awalnya menolak ide tersebut.
Ketukan ketiga adalah “setup” atau persiapan. Ketukan ini menggambarkan kelemahan dan kehidupan protagonis sebelum adanya masalah yang merubah hidupnya. Dalam setup, kita akan memperkenalkan karakter-karakter pendukung, tujuan protagonis, dan memberikan petunjuk mengenai risiko yang mungkin dihadapi jika protagonis tidak berubah.
Dalam cerita “Yo dan And,” setupnya dibagi menjadi 3 bagian. Pertama, menggambarkan kehidupan Yoan saat bermain dan mengejar hobinya. Kedua, menggambarkan kehidupan Yoan di sekolah yang membosankan dan sering menjadi korban bully. Ketiga, menggambarkan hubungan Yoan dengan keluarganya yang rumit, terutama dengan ibu dan adiknya.
Itulah pembahasan mengenai F1 dalam membuat outline novel berdasarkan 15 bit dari Jessica Brody. Pada artikel selanjutnya, kita akan melanjutkan pembahasan mengenai X2 dan X3 dalam membuat outline novel. Semoga informasi ini bisa membantu teman-teman dalam menulis novel. Teruslah berlatih dan jangan lupa untuk selalu mengembangkan ide-ide kreatifmu. Selamat menulis!