PILIHAN KATA
Tujuan Pemilihan Kata atau Diksi dalam Penulisan
Halo, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! Pada kesempatan ini, mari kita bahas pentingnya pemilihan kata atau diksi dalam penulisan. Diksi adalah seni memilih kata dengan tepat, serta merangkainya dengan jelas, untuk mencapai efek yang diinginkan dalam bahasa lisan maupun tulisan. Untuk mencapai efek tersebut, penting bagi penulis atau pembicara untuk memilih kata yang mampu mengungkapkan gagasan dengan akurat.
Mengapa Pemilihan Kata Penting?
Selain memilih kata yang tepat, seorang penulis atau pembicara juga harus memiliki kemampuan untuk memahami nuansa-nuansa makna yang terkandung dalam gagasan yang ingin disampaikan, dan menemukan kata-kata yang sesuai dengan konteks penggunaannya. Melalui pemahaman tentang diksi ini, Anda akan dibekali dengan keterampilan untuk menggunakannya dalam penulisan karya ilmiah. Pemilihan kata atau diksi adalah proses seleksi kata-kata yang menginspirasi ide, gagasan, dan perasaan, sehingga menciptakan efek yang diharapkan. Diksi yang baik adalah pemilihan kata yang efektif dan tepat dalam arti, serta sesuai dengan fokus topik, audiens, dan situasi.
Ketepatan Pemilihan Kata
Ketepatan dalam memilih kata-kata memiliki peran yang sangat penting, karena kata-kata tersebut berfungsi sebagai penghantar pesan. Kata-kata tersebut membawa ide, gagasan, opini, dan sikap penulis tanpa perlu disertai ekspresi wajah, intonasi, atau gerakan tubuh. Kata merupakan elemen paling fundamental dalam bahasa. Setiap kata memiliki konsep makna dan memiliki peran khusus dalam komunikasi, tergantung pada jenis atau kategori kata tersebut serta bagaimana penggunaannya dalam kalimat.
Ketepatan dalam Konteks Kalimat
Ketepatan dalam konteks kalimat adalah salah satu aspek penting dalam pemilihan kata. Seseorang harus mampu memilih kata yang sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan, sehingga kalimat yang dibentuk tidak menimbulkan kebingungan atau ketidakjelasan makna. Ketepatan dalam hal ini berarti kemampuan untuk menentukan kata yang tepat, mewakili maksud, dan tidak meragukan. Mari kita perhatikan contoh-contoh kalimat berikut:
- “Setiap hari ayah pergi ke kantor jam 07.00.” Penggunaan kata “jam” pada kalimat ini kurang tepat, karena “jam” mengacu pada rentang waktu. Kalimat tersebut akan lebih tepat jika diubah menjadi “Setiap hari ayah pergi ke kantor membutuhkan waktu dua jam perjalanan” atau jika menunjukkan waktu, diksi yang tepat adalah “pukul”, kalimat tersebut diubah menjadi “Setiap hari ayah pergi ke kantor pukul 07.00 WIB.”
- “Hai, pintu itu dibuka orang sama kunci palsu.” Penggunaan kata “sama” pada kalimat ini kurang tepat. Seharusnya diganti dengan kata “dengan”. Kalimat yang lebih tepat adalah “Hai, pintu ini dibuka orang dengan kunci palsu.”
- “Kamu datang sendirian. Mana istrinya?” Penggunaan kata “mana” pada kalimat ini kurang tepat. Pada kata “istri” merupakan kata ganti orang ketiga atau merujuk pada orang yang sedang dibicarakan, namun pada kalimat ini, maksudnya adalah menanyakan kepada lawan bicara mengenai istrinya. Oleh karena itu, kata ganti “mu” lebih sesuai. Kalimat yang lebih tepat adalah “Kamu datang sendiri ya? Mana istrimu?”
- “Rumah saya jelas lebih besar dari rumah ayahmu.” Penggunaan kata “dari” pada kalimat ini kurang tepat. Sebaiknya digunakan kata “daripada”. Kata “daripada” digunakan untuk menyatakan perbandingan antara dua buah kata benda atau frasa benda. Kalimat yang lebih tepat adalah “Rumah saya jelas lebih besar daripada rumah ayahmu.”
Kecermatan dalam Pemilihan Kata
Kecermatan adalah kemampuan untuk memilih kata-kata yang benar-benar diperlukan untuk mengungkapkan gagasan, pikiran, dan perasaan, sehingga menghindari kata-kata yang tidak relevan. Kecermatan mencakup kemampuan untuk memilih kata-kata yang relevan dengan maksud, tanpa adanya kata-kata yang berlebihan atau tidak diperlukan. Terkadang, kebingungan muncul akibat penggunaan kata bermakna jamak secara berlebihan. Contohnya: “Para ibu-ibu”, “Para jamaah”, “Anak-anak banyak”, dll. Penggunaan kata-kata tersebut dengan jamak berganda sebenarnya tidak diperlukan. Pilihan yang lebih tepat adalah menggunakan bentuk tunggal, misalnya “Para ibu” atau “Anak-anak”.
Keserasian dalam Konteks
Keserasian dalam pemilihan kata berhubungan dengan kemampuan seseorang menggunakan kata yang sesuai dengan konteks atau situasi pemakaiannya. Keserasian ini merujuk pada kesesuaian penggunaan kata-kata dengan norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Terdapat variasi makna kata yang bisa kita gunakan.
Dalam upaya mencapai keberhasilan dalam komunikasi tertulis atau lisan, pemilihan kata atau diksi memainkan peran yang sangat penting. Dengan memahami prinsip-prinsip ketepatan, kecermatan, dan keserasian dalam pemilihan kata, kita dapat meningkatkan efektivitas komunikasi kita dan memastikan bahwa pesan yang ingin kita sampaikan terpahami dengan baik oleh audiens. Semoga materi ini bermanfaat dan membantu Anda dalam perjalanan menulis dan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia yang lebih tepat dan efektif.