Bedah Novel & Belajar 'Nulis' dari KELANAR (beserta TIPS MENULIS UNTUK PEMULA)

Hai hai teman writers! Welcome back dan selamat datang untuk teman riders yang baru di channel ini. Semoga kita semua berada dalam kondisi yang terbaik supaya kita bisa meresonansi hal yang baik pula untuk sekitar kita.

Kembali lagi Sabtu review dimana disini enggak hanya sekadar mengulas buku-buku untuk mengetahui isinya saja, tapi kita juga mengambil sesuatu yang bisa kita pelajari dari buku tersebut sebagai hal untuk membantu proses kreatif penulisan kita.

Hari ini kita akan membahas sebuah buku yang menarik, yaitu “Kelana” karya Yandia SD. Buku ini adalah pemenang ketiga dari serial tabbar alis tantangan aktivis hak Barca, sebuah penerbit indie yang cukup terkenal.

Buku “Kelana” memiliki sinopsis yang cukup unik. Kisahnya mengenai seorang karakter bernama Sentanu yang tubuhnya terpisah-pisah dan dapat berbicara. Sentanu dan bagian-bagian tubuhnya saling mencari dan berusaha untuk bersatu kembali. Selain Sentanu, buku ini juga menghadirkan karakter-karakter lain seperti ampas-ampas dan rautan pensil.

Gaya penceritaan dalam buku ini tergolong surealis. Saat membaca buku ini, kita akan merasa seperti sedang berada di dalam sebuah pameran seni lukis. Lukisan-lukisan yang muncul dalam buku ini sangat indah dan penuh dengan simbol-simbol dan metafora. Meskipun plotnya cukup rumit, buku ini tetap bisa dinikmati sebagai sebuah karya seni.

Salah satu hal yang menarik dalam buku ini adalah penggunaan sudut pandang penulis. Kadang-kadang digunakan sudut pandang orang pertama (first-person), seperti saat menceritakan seorang anak berusia sebelas tahun. Namun, ada juga bagian yang menggunakan sudut pandang kedua (second-person), seperti saat menceritakan ampas rautan pensil yang berada dalam stoples.

Bacaan dalam buku ini bisa diterima dengan berbagai interpretasi. Terlepas dari kesan menjijikkan yang mungkin timbul, buku ini sebenarnya memiliki pesan yang indah. Plotnya unik dan tidak seperti novel-novel pada umumnya, membuatnya begitu menarik untuk dibaca.

Meskipun ada beberapa detail yang kurang jelas dan hal-hal yang tidak masuk akal, buku ini masih berhasil menyampaikan pesan-pesan penting melalui penggunaan simbol dan metafora.

Secara keseluruhan, buku “Kelana” karya Yandia SD adalah sebuah karya seni yang indah dan sarat akan pesan-pesan filosofis. Bagi para pembaca yang menyukai karya-karya yang unik dan eksperimental, buku ini sangat direkomendasikan.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera dapatkan buku “Kelana” dan nikmati cerita surealis yang penuh dengan keindahan!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel