Bedah Novel & Belajar 'Nulis' dari LADEA (beserta TIPS MENULIS UNTUK PEMULA)
Review Novel “Ladea” – Resensi Buku Romantis
Penulis: Masdani dan Mbak Rina
Penerbit: Lovrinz
Hai teman haters! Welcome back dan selamat datang kepada teman-teman baru di channel ini. Semoga kita semua berada dalam kondisi yang terbaik supaya kita bisa meresonansi hal yang baik pula untuk sekitar kita.
Pada Sabtu ini, kita akan mereview dan membahas sebuah buku belajar menulis. Di sini, kita tidak hanya akan merekomendasikan buku-buku untuk bacaan saja, tetapi juga mengambil hal-hal yang bisa kita pelajari sebagai penulis pemula.
Buku yang akan kita bahas hari ini adalah sebuah novel romantis berjudul “Ladea”. Novel ini ditulis oleh dua orang penulis, yaitu Masdani dan Mbak Rina. Terbitnya buku ini dilakukan oleh penerbit Lovrinz.
BTW, sebelumnya kita pernah membahas penerbit Lovrinz ini di video rekomendasi penerbit indie dari aku. Jadi, bagi mereka yang belum menontonnya, silahkan langsung saja cek video tersebut di link yang sudah saya sertakan di description box di bawah ya.
Kenapa aku merekomendasikan Lovrinz? Karena hasil cetakannya sangat bagus, covernya tebal dan menarik. Jadi, bagi teman-teman yang ingin menerbitkan bukunya di penerbit Lovrinz ini, bisa langsung mendapatkan informasi lebih lanjut di link yang sudah disertakan di description box.
Baiklah, langsung saja aku akan cerita sedikit tentang isi novel romantis berjudul “Ladea” ini. Cerita ini berkisah tentang seorang pria bernama Abimanyu atau biasa dipanggil Bayu. Bayu adalah seorang pria 39 tahun yang telah bercerai 8 tahun yang lalu. Istrinya gagal move on dari mantannya, sehingga Bayu hidup sendirian selama 8 tahun tersebut.
Namun, semuanya berubah ketika dia bertemu dengan seorang wanita cantik bernama Ladea. Meski pintar, Ladea sulit untuk didekati. Mereka bertemu dan bekerja bersama di sebuah proyek, dan Bayu langsung merasa ada magnet di antara mereka. Bayu mulai mengikuti dan mendekati Ladea, walaupun terdapat beberapa adegan dewasa dalam buku ini. Jadi, buat teman-teman yang usianya di bawah 18 tahun, jangan baca buku ini ya.
Tentu saja, dalam sebuah kisah romantis seperti ini, harus ada tantangan yang membuat kedua pasangan tidak bisa bersatu. Ada banyak misteri yang ternyata banyak disimpan oleh Ladea, dan uniknya, ini semua terhubung dengan Bayu.
Bagi saya, keistimewaan dari cerita sederhana ini terletak pada penyusunan plot. Ada banyak twist dalam ceritanya yang membuat kita penasaran. Bagaimana akhirnya Bayu dan Ladea bisa bersatu? Itulah yang membuat cerita sederhana ini menjadi menarik dan seru.
Dalam membangun karakter, penulis cukup kuat pada kedua tokoh utamanya, yaitu Bayu dan Ladea. Bayu dengan keteguhan hatinya yang sudah lama menduda, dan Ladea yang memiliki alasan kuat untuk tidak tertarik kepada pria lain. Keberhasilan penulis dalam menggambarkan kedua karakter ini membuat cerita semakin menarik.
Namun, ada beberapa kekurangan yang saya temukan dalam novel ini. Salah satunya adalah penggunaan diksi-diksi yang aneh. Gaya penceritaannya terasa kurang smooth, dan terdapat banyak kesalahan dalam tata bahasa dan pemilihan sudut pandang. Konsistensi dalam penggunaan sudut pandang sangat penting agar cerita tetap jelas dan kohesif.
Meski demikian, ladea memiliki banyak twist dalam ceritanya yang membuat pembaca penasaran. Karakter-karakternya juga cukup berkesan. Meski ada beberapa kekurangan dalam tata bahasa, novel ini tetap menghibur dan bisa dinikmati oleh pecinta buku romantis.
Demikianlah review novel “Ladea” ini. Semoga bermanfaat dan terinspirasi untuk menulis. Sampai jumpa pada review selanjutnya!