Bedah Novel & Belajar 'Nulis' dari Eksodus

Review Novel Exodus Karya Kusuma Wijayanti

Hai hai! Seperti biasa di channel ini, kita akan membahas novel-novel dan semua unsur-unsur yang ada di dalamnya untuk pembelajaran dan referensi bagi penulis pemula. Juga, melalui membaca buku atau berdiskusi mengenai novel, kita bisa mendapatkan ide-ide baru untuk bahan tulisan kita di masa depan. Hari ini, kita akan membahas novel berjudul Exodus karya Kusuma Wijayanti yang diterbitkan oleh Lovrinz.

Untuk teman-teman yang sering mengikuti pembahasan buku di channel ini, mungkin sudah tidak asing lagi dengan penerbit Lovrinz. Namun, kita tetap akan membahas sedikit mengenai penampilan buku dari terbitan Lovrinz untuk teman-teman yang sedang mencari referensi mengenai penerbit indie. Terbitan ini sangat sesuai dengan tema cerita, yaitu kerusuhan di Ambon pada tahun 1999. Layoutnya terlihat bagus, rapi, dan tidak norak, serta kualitas bahan kertasnya juga sangat baik.

Novel Exodus ini menceritakan tentang Aini, seorang gadis yang sedang melarikan diri dari rumahnya karena hubungannya dengan Bastian ditentang oleh keluarganya. Dia terjebak dalam kerusuhan yang meletus di kotanya, dan hidupnya menjadi terbalik. Dia harus mengungsi dari tempat ke tempat untuk menyelamatkan nyawanya. Selama melarikan diri, dia menyaksikan kematian demi kematian yang kejam di depan matanya sendiri. Kerusuhan ini juga membuat adat-istiadat persatuan yang dikembangkan oleh orang-orang di Ambon menghilang. Cerita ini mengangkat perjuangan Aini untuk kembali ke rumah dan mengetahui keadaan keluarganya, sambil menyaksikan exodus demi exodus orang dari Ambon. Akhirnya, dia bertemu seseorang yang membantu menyembuhkan luka dan trauma yang dia alami akibat kerusuhan.

Novel Exodus ini mengambil setting yang nyata, yaitu kerusuhan di Ambon tahun 1999. Kusuma Wijayanti berhasil memperlihatkan secara detail kejadian-kejadian mengerikan yang terjadi pada saat itu. Dalam novel ini, penulis juga mengupas apa yang sebenarnya terjadi dan apa pemicu utama kerusuhan tersebut. Ide ceritanya sangat layak untuk diangkat sebagai sebuah novel karena dapat membuat generasi muda menyadari sejarah yang terjadi dan berusaha menghindari terulangnya kejadian serupa.

Penulis menggunakan plot tradisional dalam novel Exodus ini. Ceritanya sangat terperinci dan mendetail dalam memaparkan apa yang terjadi selama kerusuhan. Banyak suku yang bertikai di Ambon, ledakan, kebakaran, dan kematian yang menyedihkan. Aini menjadi perwakilan kita sebagai pembaca dalam setting utamanya dan menyaksikan penderitaan yang ada. Namun, perubahan internal dari karakter Aini sendiri kurang terjadi dalam cerita ini, lebih banyak perubahan eksternal yang terjadi.

Gaya penulisannya sudah sangat rapi dan tidak ada masalah. Hanya ada satu catatan kecil mengenai kata “pemukiman” yang seharusnya “permukiman”. Seluruh kesan dari novel ini dapat membantu kita mengingat kembali peristiwa kerusuhan di Ambon tahun 1999 dan mencegah terulangnya peristiwa serupa.

Itulah review singkat mengenai novel Exodus karya Kusuma Wijayanti. Semoga dapat menjadi referensi bagi teman-teman yang ingin membaca atau menulis novel. Sampai jumpa di tips dan trik selanjutnya!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel