CARA MENULIS NOVEL EDISI 2022 #3: Cara Membuat Outline Novel (Part 2)
Hai Teman Writers!
Langkah Ketiga dalam Cara Menulis Novel Edisi 2022 – Part 2
Hai teman writers, ini dia bagian kedua atau part 2 dari langkah ketiga dalam cara menulis novel edisi 2022, yaitu cara membuat outline. Bagi yang belum melihat bagian pertamanya atau part 1, silahkan tonton terlebih dahulu melalui link yang ada di description box.
Babak Kedua
Di sini ada 7 bit yang pertama yang bernama “Menerobos ke Babak Kedua” atau “Break Pintu To”. Di sini adalah momen saat sang hero atau protagonis kita memutuskan menerima panggilan untuk beraksi dan meninggalkan zona nyaman mereka di babak pertama. Pokoknya, ini akan memisahkan dunia status gua di babak pertama ke dunia baru di babak kedua yang terjun terbalik.
Nah, kita di sini akan memberikan contoh dari cerita yang berjudul “Yo dan N”. Di dalam cerita tersebut, mereka menggunakan uang tabungan untuk pergi ke hutan tempat paman hidup secara alami atau living of great. Jadi, di sini isinya adalah aksi untuk meninggalkan apa yang ada di babak pertama.
Bit ke-7 atau yang kedua di dalam babak kedua itu disebut dengan cerita b atau B story. Ini merupakan pengenalan kita kepada satu sosok yang baru atau sosok yang sudah muncul, tapi sosok ini lebih diperdalam lagi sebagai sosok yang membantu sang protagonis mempelajari tema cerita. Di sini bisa tokoh yang ditaksir, musuh, mentor, anggota keluarga, atau juga seorang teman.
Nah, jika misalnya dalam cerita “Yo dan N” itu, kehidupan paman N adalah seorang mantan pegawai perkebunan yang memilih tinggal menyendiri di tengah hutan.
Keseruan atau Fun and Games
Di sini kita akan melihat sang protagonis berada di dunia baru mereka. Bisa jadi mereka menyenangi dunia barunya, atau sebaliknya, membenci dunia baru mereka. Di sini adalah sukses atau gagal dialah setelah break itu tadi di dalam dunia baru mereka. Di sini disebut juga sebagai janji sebuah premis atau promise of the premise. Ini adalah mewakili daya pikat cerita kita yang menjadi alasan kenapa pembaca memilih novel kita sejak awal. Di sinilah keunikan cerita kita, di sinilah imajinasi kita sebagai penulis diharapkan.
Di dalam cerita “Yo dan N”, gamesnya adalah Yoan dan N sangat menikmati tinggal di hutan bersama paman N. Mereka mengalami banyak kesulitan karena mereka adalah anak kota. Walaupun mereka tampak mandiri dan rebel, segala keperluan mereka sebenarnya disiapkan oleh orang tua mereka. Di sana tidak ada listrik, air juga jauh. Jadi, mau ngambil air saja harus ke sungai atau ke mata air. Dan juga, makanan harus diusahakan sendiri. Terkadang akan ada gangguan seperti ular atau babi hutan. Namun, mereka bahagia karena tidak harus bangun pagi dan pergi ke sekolah.
Titik Tengah
Bit ke-9 disebut dengan titik tengah atau midpoint. Secara harfiah, ini merupakan pertengahan novel kita. Di sini ada lebih banyak keseruan. Tadi dalam fun and games tadi, di sini bisa merupakan kemenangan semu atau kekalahan semu. Jadi, ini adalah taruhannya meningkat, mendorong sang hero atau protagonis kita untuk menuju perubahan yang nyata. Dalam cerita “Yo dan N”, midpointnya adalah Yoan ini merasa dia belum punya ilmu sehingga kesulitan hidup di sini. Dia baru menyadari apa tujuan belajar di sekolah itu, tinggal bersama paman N yang akan menjadi gurunya.
Musuh Mendekat
Bit ke-10 disebut musuh mendekat atau bad guys close in. Jika bagian titik tengah tadi merupakan kemenangan semu, maka bagian ini akan menjadi jalan yang menurun dan situasinya menjadi sangat buruk, lebih buruk lagi bagi protagonis kita. Jika kemenangan semu atau kekalahan semu seperti yang dialami si Yo itu, maka bagian ini akan menanjak. Hampir sadar lah protagonis kita terhadap kekurangannya.
Semua Musnah
Bit ke-11 ini disebut dengan semua musnah atau all is lost. Ini merupakan titik terendah dalam sebuah cerita, atau dalam hal ini novel. Ini adalah bit aksi ketika sesuatu terjadi pada sang protagonis kita. Musuh internal protagonis kita mendorongnya terperosok hingga ke titik nadir. Di dalam cerita ini, Yo kembali pulang dan dia langsung dimasukkan orang tuanya ke Boarding School. Dia pasrah, tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan. Dan sebenarnya, bagian yang paling sedih adalah berpisah dengan…
Kegelapan Jiwa
Terakhir di babak kedua dan merupakan bit ke-12, ini disebut dengan kegelapan jiwa atau dark night of the soul. Ini adalah beat reaksi ketika sang protagonis menggunakan waktunya untuk memahami segala sesuatu yang telah terjadi sejauh ini. Jadi, ini adalah kondisi hero yang seharusnya lebih buruk daripada saat di awal novel ini. Pokoknya, bagian tergelap tapi tepat sebelum fajar, dia masih memahami apa sebenarnya yang terjadi. Di cerita Yo dan N, Sion sedang menjalani kegiatannya di Boarding School. Dia tidak semangat. Kerjanya hanya membuat keonaran lagi. Yang membuatnya semangat di Boarding School adalah ketemu guru di sana dan berbincang. Dia mendapatkan pencerahan tentang apa beda pendidikan dan sekolah. Ternyata, itu dua hal yang berbeda. Yo atau Yoan meminta bantuan guru itu untuk menjelaskan kepada orang tuanya bahwa dia ingin sekolahnya itu di rumah paman N. Dia ingin belajar bersama paman N. Paman N akan menjadi gurunya. Alam juga akan menjadi tempat belajar, dan teman sekolahnya nanti adalah…
3 bit terakhir ada di dalam Babak Ketiga. Sampai ketemu di part 3!