CARA MENULIS NOVEL EDISI 2022 #3: Cara Membuat Outline Novel (Part 3)
Cara Membuat Outline Novel dengan 15 Beat
Part 3: Babak Ketiga
Hai hai teman Riders! Mari kita lanjut ke part ke-3 dari cara membuat outline novel. Gimana, pak? Part pertama dan part keduanya sudah tayang, dan kalau teman-teman belum nonton, dianjurkan untuk menonton terlebih dahulu. Linknya ada di description box. Nah, pada part ketiga ini, kita akan membahas dan memberikan contoh untuk Babak Ketiga atau bagian ekstrim dari novel.
Are you ready, guys? Let’s go!
Bit pertama: Sang Hero menyadari bahwa mereka harus memperbaiki diri sendiri
Pada babak ketiga ini, Sang Hero atau protagonis menyadari bahwa yang harus mereka lakukan bukan hanya memperbaiki semua masalah yang diciptakan di babak kedua, tapi juga cara memperbaiki diri mereka sendiri. Pada saat ini, karakter protagonis mengalami perkembangan yang semakin lengkap atau hampir lengkap. Sebagai contoh, misalnya dalam novel ini, Dinova, Joe, dan N harus mengatasi masalah dengan pendidikan homeschooling yang diinginkan oleh Yuan. Namun, mereka menyadari bahwa homeschooling di rumah Pamannya memiliki manfaat tertentu.
Bit kedua: Melaksanakan rencana untuk menerobos ke babak ketiga
Di bagian ini, Sang Hero atau protagonis membuktikan bahwa mereka akan melaksanakan rencana tersebut karena sudah memahami tema cerita. Mereka melaksanakan sebuah rencana untuk menerobos ke babak ketiga atau keadaan yang mereka ciptakan di dalam babak ketiga. Misalnya, dalam sebuah kisah roman, jika kekasih yang terpisah sebelumnya akan dipersatukan kembali, hal ini tidak hanya menyelamatkan dunia hero, tetapi juga membuat dunia menjadi lebih baik.
Klimaks atau Final: Mengeksekusi Rencana Baru
Pada bagian klimaks atau final, protagonis membuktikan bahwa mereka akan melaksanakan rencana tersebut karena sudah memahami tema cerita. Di sini, rencana yang dijalankan perlu mengandung kejutan atau twist yang tidak langsung berhasil atau terlaksana. Mereka harus mencari cara untuk meraih kemenangan. Selain itu, rencana baru juga perlu dibuat. Contoh dalam cerita ini adalah saat Dinova, Joe, dan Pamannya menemukan bahwa hutan yang mereka ingin selamatkan sedang digusur oleh pemerintah. Namun, mereka juga menemukan bahwa ibu N meninggal, dan N harus belajar untuk berjuang sendirian tanpa bantuan dari orang tuanya atau pamannya.
Final Image: Gambaran Penutup
Final image merupakan gambaran penutup cerita. Ini adalah cermin dari bagian pembukaan cerita, tetapi kebalikannya. Ini menunjukkan perubahan besar yang dialami oleh Sang Hero setelah melalui transformasi yang luas. Contoh dalam cerita ini adalah saat Dinova dan N digambarkan berada di sebuah universitas terkenal di luar negeri, menjalani program sekolah di rumah mereka sendiri, menandakan bahwa mereka telah belajar bahwa pembelajaran dapat dilakukan di mana saja sesuai dengan gaya belajar masing-masing.
Jadi teman-teman, itulah tadi cara membuat outline novel berdasarkan konsep 15 Beat. Jika teman-teman ingin mempelajari lebih dalam lagi, teman-teman bisa membeli bukunya sendiri yang berjudul “Save Dicat Ride” karya Jessica Brodin. Dalam buku tersebut, teman-teman dapat mengulik lebih jauh lagi dan melihat contoh-contoh novel yang menggunakan konsep 15 Beat ini. Untuk langkah ke-4, kita akan membahas cara mengembangkan outline novel yang sudah kita buat. Sampai jumpa di edisi 2022!