Konsep Dasar Sastra

Konsep Dasar Sastra: Materi Teori Sastra

Dalam materi teori sastra, kita akan membahas konsep dasar sastra yang menjadi dasar dalam memahami karya sastra secara lebih mendalam.

Hakikat Sastra sebagai Proses Kreatif

Menurut Rene Wellek dan Austin Warren, sastra adalah proses kreatif sebuah karya seni. Ini berarti bahwa sastra merupakan hasil dari kreasi pengarang, bukan semata-mata imitasi dari fenomena kehidupan. Sebagai hasil kreativitas, karya sastra menciptakan dunia sendiri dengan unsur imajinasi yang khas.

Batasan Sastra dan Studi Sastra

Sastra adalah proses kreatif sebuah karya seni, sementara studi sastra adalah cabang ilmu pengetahuan yang berusaha menyelidiki karya sastra secara ilmiah. Sastra memiliki ciri khas berupa proses kreatif, bentuk karya seni, dan penggunaan bahasa yang indah. Studi sastra berusaha menganalisis karya sastra secara ilmiah untuk memahami makna, struktur, dan pesan yang terkandung di dalamnya.

Fungsi Sastra: Menghibur, Menginformasikan, dan Menyampaikan Pesan

Fungsi sastra meliputi tiga hal utama, yaitu:

  1. Menghibur: Sastra menjadi sarana hiburan bagi pembaca dengan menghadirkan cerita-cerita menarik dan imajinatif.
  2. Menginformasikan: Karya sastra seringkali mengandung informasi tentang budaya, sejarah, dan nilai-nilai masyarakat.
  3. Menyampaikan Pesan Kehidupan: Sastra memiliki peran dalam menyampaikan pesan-pesan kehidupan dan menggugah emosi pembaca.

Definisi Sastra: Ungkapan Pribadi dalam Bentuk Gambaran Konkret

Menurut Sumardjo dan Saini, sastra adalah ungkapan pribadi yang berupa pengalaman pemikiran, perasaan, dan semangat dalam bentuk gambaran konkret yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa. Menurut Rene Wellek, sastra adalah segala sesuatu yang dicetak, terbatas pada buku-buku terkenal dari segi isi dan bentuk.

Hakikat Sastra sebagai Ciptaan atau Kreasi

Karya sastra merupakan hasil kreativitas pengarang, bukan semata-mata imitasi dari fenomena kehidupan. Dalam karya sastra, pengarang menciptakan dunia sendiri yang mengandung unsur imajinasi.

Bersifat Otonom dan Memiliki Koherensi

Karya sastra bersifat otonom, di mana pengarang menciptakan dunia sastra yang mandiri dan memiliki keterkaitan antara bentuk dan isi. Karya sastra juga menyajikan sintesa atau jalan tengah antara hal-hal yang saling bertentangan.

Batasan Ilmu Sastra dan Penilaian Bahasa

Ilmu sastra merupakan seni, ungkapan spontan dari perasaan yang mendalam, dan ekspresi pikiran dalam bahasa. Aspek bahasa yang diperhitungkan dalam karya sastra meliputi keutuhan, keseimbangan, keselarasan, dan penekanan yang tepat.

Dengan dasar konsep sastra yang telah dijelaskan di atas, kita dapat memahami bahwa sastra adalah sebuah lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai medium untuk menampilkan gambaran kehidupan dengan berbagai unsur kreativitas dan keindahannya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel