PEDOMAN PEMAKAIAN TANDA BACA DALAM PUEBI

Pedoman Pemakaian Tanda Baca dalam Bahasa Indonesia

Tanda baca merupakan komponen penting dalam penulisan bahasa Indonesia yang berfungsi untuk memisahkan kalimat, mengungkap arti yang tepat, dan menjaga kelancaran bacaan. Dalam pedoman umum ejaan bahasa Indonesia, terdapat aturan yang mengatur penggunaan tanda baca.

Tanda titik adalah tanda baca yang digunakan pada akhir pernyataan. Beberapa penggunaan tanda titik antara lain adalah pada akhir pernyataan seperti “Mereka duduk di sana. Dia akan datang pada pertemuan itu.” Tanda titik juga dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan ikhtisar atau daftar, misalnya “Ada tiga patokan umum yang terdiri dari bahasa Indonesia…” Tanda titik tidak dipakai pada angka atau huruf yang sudah bertanda kurung dalam suatu perincian. Misalnya, “Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional (lambang kebanggaan nasional)…”

Selain itu, terdapat juga penggunaan tanda koma dalam pedoman ini. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan, misalnya “Telepon seluler, komputer, atau internet bukan barang asing lagi.” Tanda koma juga dipakai sebelum kata penghubung seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan dalam kalimat majemuk setara, misalnya “Saya ingin membeli kamera, tetapi uang saya belum cukup.” Tanda koma juga dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dan dengan demikian. Contohnya, “Mahasiswa itu rajin dan pandai. Oleh karena itu, dia memperoleh beasiswa untuk belajar di luar negeri.”

Selanjutnya, terdapat pula penggunaan tanda koma dalam memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat, misalnya “Kita harus berbagi dalam hidup ini,” kata nenek saya. Tanda koma juga digunakan untuk memisahkan bagian nama dan alamat dalam penulisan, misalnya “Saudara Abdullah, Jalan Kayumanis 3 nomor 18, Perumahan Kayumanis, Kecamatan Matraman, Jakarta 13130.” Dalam daftar pustaka, tanda koma digunakan untuk memisahkan bagian-bagian nama yang dibalik susunannya, misalnya “Gunawan, Ilham Halim, Amran Sulawesi.”

Demikianlah beberapa pedoman pemakaian tanda baca dalam bahasa Indonesia. Penting bagi kita untuk memahami aturan ini agar tulisan kita lebih teratur dan mudah dipahami. Semoga artikel ini bermanfaat dalam memperkaya pengetahuan kita mengenai bahasa Indonesia. Terima kasih atas perhatiannya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel