Sejarah, Studi, dan Periodisasi Sastra

Sejarah, Studi, dan Periodisasi Sastra

Hubungan Sastra dan Budaya

Pada kesempatan ini, kita akan membahas materi pertama dalam mata kuliah sejarah sastra. Mungkin ada sebagian dari anda yang bertanya-tanya mengapa kita mempelajari sejarah sastra dan apa esensinya berkaitan dengan profesi anda yang nanti akan menjadi calon guru Bahasa Indonesia?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita ingat kembali hubungan sastra dan budaya. Sastra menjadi bagian dari kebudayaan tempat karya sastra itu dilahirkan. Secara sederhana, sastra merupakan representasi budaya masyarakat tertentu. Di dalam budaya inilah, memuat corak hidup masyarakat dari satu masa ke masa lain yang bergerak terus. Sehingga, terbentuklah sejarah-sejarah kehidupan masyarakat dari satu zaman ke zaman lain. Inilah yang menjadi fokus utama dalam sejarah sastra.

Keterkaitan Sejarah Manusia dan Sejarah Sastra

Sejarah manusia tidak bisa dipisahkan dari sejarah sastra. Persoalan kehidupan yang diangkat oleh pengarang sebagai sumber penceritaan menjadi fenomena yang dikaji dalam perspektif sejarah sastra. Dinamika masyarakat yang berkembang, yang termuat dalam karya sastra, menjadi penanda periode tertentu, sehingga lahirlah perspektif sejarah sastra.

Pada materi-materi selanjutnya, akan terlihat lebih jelas kaitan dengan definisi sejarah sastra. Sebelum itu, kita akan memahami ilmu sastra.

Ilmu Sastra dan Objek Kajiannya

Apa itu ilmu sastra? Ilmu sastra merupakan ilmu yang menyelidiki karya sastra beserta gejala yang menyertainya secara ilmiah. Semua peristiwa dan fakta-fakta sosial yang berkaitan dengan keberadaan karya sastra, pengarang, pembaca, lembaga penerbitan, media massa, juga menjadi objek penyelidikannya. Selain itu, hasil-hasil dari kritik, apresiasi, dan resepsi yang dihasilkan oleh kritikus, apresiator, atau pembaca dapat menjadi penyelidikan ilmu sastra. Produksi dan distribusi karya sastra juga menjadi bagian dari kajian ilmu sastra.

Prinsip Dasar Ilmu Sastra

Ilmu sastra memiliki seperangkat prinsip dasar yang melandasinya sebagai suatu disiplin keilmuan. Prinsip dasar tersebut dapat dijelaskan melalui definisi objek kajian, cabang-cabang keilmuannya, ruang lingkup sejarah, dan pendekatan sebagai disiplin ilmiah. Ilmu sastra haruslah memenuhi syarat sistematis dan metodologis. Secara sederhana, ilmu sastra adalah penelusuran mengenai kesusastraan diteropong dari sudut keilmuan dengan penalaran ilmiah, metodologis, sistematis, dan belum terpengaruh bukti-bukti empiris.

Cabang-cabang Ilmu Sastra

Ilmu sastra dapat diklasifikasikan menjadi tiga cabang utama, yaitu:

  1. Teori Sastra: Menelusuri hakikat sastra, genre atau jenis sastra, ciri-ciri sastra, aliran-aliran sastra, gaya bahasa, dan unsur cerita.
  2. Sejarah Sastra: Menelusuri perkembangan sastra mulai dari pertumbuhannya hingga perkembangannya sekarang ini.
  3. Kritik Sastra: Melakukan penyelidikan terhadap suatu karya sastra untuk menentukan penilaian terhadap kualitas karya sastra, baik atau tidak bermutu, atau tidak layak atau tidak bermanfaat.

Hubungan Ketiga Cabang Ilmu Sastra

Ketiga cabang ilmu sastra tersebut saling berkaitan dan bergantung satu sama lain. Teori sastra tidak dapat dilepaskan dari sejarah sastra dan kritik sastra. Sejarah sastra tidak dapat dilepaskan dari teori dan kritik sastra. Kritik sastra sangat memerlukan teori dan sejarah sastra. Ketika bidang ilmu sastra saling berkaitan, maka masing-masing bidang bergantung pada bidang ilmu yang lain.

Dengan memahami hubungan ketiga cabang ilmu sastra, kita dapat memahami lebih mendalam tentang karya sastra dan perkembangannya seiring waktu. Sastra menjadi cerminan budaya dan sejarah masyarakat, dan melalui ilmu sastra, kita dapat menelusuri dan memahami nilai-nilai dan dinamika kehidupan yang terkandung di dalamnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel