KETERAMPILAN BERBAHASA INDONESIA

Keterampilan Berbahasa Indonesia


Konsep Dasar Keterampilan Berbahasa Indonesia


Halo Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! Pergi liburan dan Nusa Dua panorama indah telah mendunia. Bagaimana kabar anda semua? Semoga sehat dan berbahagia. Beli baju bayi kopratama kualitas bagus tidak termakan usia. Marilah kita belajar materi pertama yang membahas keterampilan berbahasa Indonesia.


Aspek-aspek Keterampilan Berbahasa Indonesia


Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas materi pertama dalam mata kuliah keterampilan berbahasa Indonesia. MSG hal-hal yang akan kita pelajari antara lain konsep dasar keterampilan berbahasa Indonesia, aspek-aspek keterampilan berbahasa, hubungan antara keempat keterampilan berbahasa, dan hubungan keterampilan berbahasa dengan keterampilan berpasrah.


Pentingnya Bahasa Indonesia


Hai semua! Bahasa Indonesia mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Bahasa Indonesia memiliki peranan penting pula dalam dunia pendidikan, hal itu tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 36 yang menyatakan bahwa kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara ini menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam dunia pendidikan.


Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia


Pembelajaran bahasa Indonesia bertujuan untuk mengembangkan kemampuan menggunakan bahasa Indonesia dalam segala fungsinya, yaitu sarana berkomunikasi, sarana berpikir, sarana persatuan, dan sarana kebudayaan. Pembelajaran bahasa Indonesia ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar yang meliputi empat aspek keterampilan, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan tersebut saling berkaitan satu dengan yang lainnya.


Keterampilan Berbahasa yang Baik


Hai semua! Berbahasa yang baik berarti bahwa kita harus menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan konteks berbahasa yang selaras dengan nilai sosial masyarakat dengan siapa kita berhadapan. Media apa yang kita gunakan, itu akan mempengaruhi bahasa yang akan kita gunakan. Berbahasa yang baik didukung oleh penggunaan bahasa yang santun, yaitu bahasa yang halus, sopan, menghargai orang lain, tidak menunjukkan kemampuan diri berlebihan di hadapan orang lain. Sedangkan kemampuan berbahasa Indonesia yang benar yaitu kaitannya dengan penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan aturan atau kaidah berbahasa Indonesia yang akan selaras dengan makna di dalam konteks.


Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia


Pembelajaran bahasa Indonesia dalam kurikulum 2013 diarahkan berbasis proyek. Teks adalah satuan bahasa yang digunakan sebagai ungkapan suatu kegiatan sosial, baik lisan maupun tulis, dengan struktur berpikir yang lengkap. Lebih lanjut, teks dapat dibedakan menjadi teks dalam genre sastra dan nonsastra. Pembelajaran bahasa Indonesia di SD dilaksanakan dengan berpusat pada peserta didik, materi ajar berupa jenis-jenis teks yang disesuaikan dengan konteks kehidupan siswa sehari-hari, sehingga siswa yang telah mempelajari teks di sekolah diharapkan juga memahami lingkungan kehidupannya. Misalnya, untuk jenjang kelas 1 diajarkan teks deskripsi yang berupa anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, peristiwa siang dan malam. Dengan diajarkannya teks tersebut, diharapkan siswa dapat mengaplikasikan teks deskripsi ini dalam peristiwa keseharian.


Jenis Teks dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia


Adapun jenis teks yang diajarkan untuk tingkat SD atau MI dalam kurikulum 2013 ditemukan ada sebanyak 28 teks yang diajarkan selama enam tahun ketika siswa duduk di bangku sekolah dasar. Untuk jenis-jenis teks ini akan kita kupas secara khusus pada pertemuan ke-12.


Proses Komunikasi dan Keterampilan Berbahasa


Untuk dapat mendefinisikan keterampilan berbahasa, perhatikan gambar berikut ini yang memuat peristiwa komunikasi secara sederhana. Seperti digambarkan melalui diagram diatas, si pengirim pesan aktif memilih pesan yang akan disampaikan, memformulasikannya dalam wujud lambang berupa bunyi atau tulisan. Proses ini disebut dengan proses encoding. Kemudian lambang-lambang bunyi atau tulisan tersebut disampaikan kepada penerima, selanjutnya si penerima pesan aktif menerjemahkan lambang-lambang berupa bunyi atau tulisan tersebut menjadi makna seh

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel