Ceritamu Kaku? Mungkin TERLALU 'TELLING', sih!
Mengatasi Kekekuan Cerita: Menghindari Kesalahan “Telling”
Apakah ceritamu terasa kaku? Mungkin masalahnya adalah penggunaan yang terlalu banyak “telling” daripada “showing”.
Melukis Cerita dengan Kata-kata
Penting bagi seorang penulis untuk tidak hanya memberitahu pembaca apa yang terjadi, tetapi juga untuk menunjukkannya. Daripada mengatakan langsung tentang perasaan atau kejadian, coba gambarkan dengan kata-kata. Biarkan pembaca merasakan apa yang karakter rasakan, alami suasana, dan bentuk imaji di dalam pikiran mereka.
Contoh dan Perbandingan
Contoh ini mungkin bisa membantu. Bayangkan ada kalimat seperti, “Dia sangat sedih karena kehilangan kucing kesayangannya.” Kalimat ini adalah contoh dari “telling”.
Sekarang, mari kita ubah menjadi “showing”. Misalnya, “Dia duduk di lantai, memegang gambar kucing kesayangannya yang mengenakan topi koboi. Matanya berkaca-kaca, tangannya gemetar saat meraba gambar itu, dan senyumnya menghilang.” Sekarang pembaca bisa merasakan kehilangan yang dirasakan oleh karakter tersebut melalui gambaran yang lebih detail dan imajinatif.
Mengapa “Showing” Penting?
Metode “showing” mengundang pembaca untuk lebih terlibat dalam cerita. Mereka dapat merasakan emosi dan nuansa, dan itu membuat cerita lebih hidup. Dengan memberikan detail yang tepat dan menggambarkan kejadian dengan baik, ceritamu akan lebih dinamis dan menarik.
Tips Untuk Menghindari “Telling”
Beberapa tips sederhana yang dapat membantu menghindari kesalahan “telling” dalam penulisan:
- Pikirkan aksi dan reaksi karakter dalam situasi tertentu.
- Gunakan panca indera (penglihatan, pendengaran, perasaan) untuk menyampaikan informasi.
- Buat dialog yang berarti dan dapat mengungkapkan karakter dan hubungan antar karakter.
- Berikan detil-desil yang relevan untuk memperkaya gambaran cerita.
Semoga dengan menerapkan teknik “showing” ini, ceritamu akan lebih hidup, menarik, dan lebih memikat para pembaca. Terus berlatih dan jangan ragu untuk mencoba cara baru dalam menggambarkan dunia dalam ceritamu. Selamat menulis!